Sejarah Perkembangan Sistim Periodik
a.
Antoine
Laurent Lavoisier
Mengelompokkan unsur - unsur
berdasarkan kemiripan sifat, agar unsur – unsur tersebut mudah dipelajari di dalam unsur logam dan unsur bukan
logam
b.
Johan
Wolfgang Dobereiner (1780 - 1849)
Seorang ahli berkebangsaan Jerman pada tahun 1829 membagi unsur-
unsur ͌sebab
setiap kelompok mengandung 3 unsur dimana massa dan sifat unsur yang kedua adalah
rata-rata dari massa dan sifat atom pertama dan ketiga. Seperti yang
ditunjukkan pada contoh berikut ini:
Massa atom Cl = 35,45
Massa atom Br = 79,90
Massa atom I = 126.9
Massa atom Br = 35,45 +126,9
2
= 81,175
≈ 70,9
c.
John
Alexander Reina Newlands (1838 – 1898)
Usaha Dobereiner mendorong para ilmuwan untuk
mengelompokkan unsur – unsur dengan cara lain. Pada tahun 1865, dari Inggris
menyusun unsur – unsur berdasarkan kenaikan massa atom. Ternyata Newlands
menemukan bahwa pengurangan sifat – sifat unsur sesuai dengan pengurangan not
oktaf dalam lagu. Artinya, unsur ke-8 mempunyai sifat yang dengan unsur ke-1;
unsur ke-9 mengulangi sifat unsur ke-2; dan seterusnya. Hal ini dikenal sebagai
Hukum Oktaf Newlands.
Kelemahan Hukum
Oktaf newlands bahwa pengulangan setiap delapan unsur itu hanya cocok untuk
unsur – unsur yang massa atomnya kecil. Lagipula pengelompokan oktaf itu
terlalu dipaksakan, sehingga banyak unsur yang berhimpitan pada tempat yang
sama. Akan tetapi tabel Newlands memelopori penempatan unsur – unsur yang mirip
sifatnya pada satu kolom vertikal.
Tabel 10.1 Pengelompokan Unsur dalam Oktaf Newlands
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
H
|
Li
|
Be
|
B
|
C
|
N
|
O
|
F
|
Na
|
Mg
|
Al
|
Si
|
P
|
S
|
Cl
|
K
|
Ca
|
Cr
|
Ti
|
Mn
|
Fe
|
Co, Ni
|
Cu
|
Zn
|
Y
|
In
|
As
|
Se
|
Br
|
Rb
|
Sn
|
Ce, La
|
Zr
|
Di, Mo
|
Ro, Ru
|
Pd
|
Ag
|
Cd
|
U
|
Sn
|
Sb
|
I
|
Te
|
Cs
|
Ba, V
|
Ta
|
W
|
Nb
|
Au
|
Pt, Ir
|
Os
|
Hg
|
Tl
|
Pb
|
Bi
|
Th
|
2. Julius Lothar Meyer, (1830 -
1895)
Seorang ahli kimia dari Jerman mengungkapkan bahwa jika
unsur – unsur disusun berdasarkan pertambahan massa atom, beberapa sifat fisis
seperti volume atom, daya hantar listrik, kekerasan, titik leleh, dan titik
didih akan berubah dan berulang secara periodikdan atom-atom yang mempunyai
sifat yang sama ditempatkan pada kolom vertikal yang sama pula.
3. Dimitri Ivanovich Mendeleyev
(1834 - 1907)
Seorang ahli Rusia mengemukakan unsur-unsur di dalam sistem periodik berdasarkan pertambahan massa atom dan kesamaan
sifat baik sifat fisis maupun sifat kimia.
Unsur-unsur yang mempunyai sifat yang sama
dikelompokan dalam satu kolom yang disebut golongan.
Mendeleyev lebih mementingkan kemiripan sifat dari pada kenaikan massa atom
sehingga dia berani menukar letak beberapa unsur, misalnya unsur telerium
dengan massa 128 diletakan sebelum unsur iodium dengan massa yang lebih kecil yaitu
127.
Hal ini menyebabkan adanya ruang kosong yang disediakan untuk unsur-unsur yang belum
ditemukan.
4. Henry Mosley
Penemuan
Mosley(1914) mengenai sifat dasar atom yang ditentukan oleh nomor atom bukan
nomor massa menjadi landasan baginya di dalam menyempurnakan Sistem periodik modern yang
kita kenal sekarang yang diresmikan oleh IUPAC tahun 1923.
Sistem periodik
modern tersusun dari:
a.
Baris-baris
horizontal yang masing-masing disebut periode,
b.
Kolom-kolom
vertikal yang masing-masing disebut golongan.
Unsur-unsur utama
meliputi delapan golongan, sebagaimana tercantum dalam tabel berikut.
Tabel
10.2 Nama-nama golongan unsur utama
Golongan
|
Nama
golongan
|
Elektron Valensi
|
I A
|
Golongan alkali
|
1
|
II
A
|
Golongan alkali tanah
|
2
|
III
A
|
Golongan boron
|
3
|
IV
A
|
Golongan karbon
|
4
|
V A
|
Golongan nitrogen
|
5
|
VI
A
|
Golongan oksigen
|
6
|
VII
A
|
Golongan halogen
|
7
|
VIII
A
|
Golongan gas mulia
|
8
|
0 komentar:
Posting Komentar