Rabu, 18 Oktober 2017

Sistem Periodik Unsur

Untuk praktikum Virtual silahkan   klik disini        
   
            Sejarah Perkembangan Sistim Periodik
a.    Antoine Laurent Lavoisier
Mengelompokkan unsur - unsur berdasarkan kemiripan sifat, agar unsur – unsur tersebut mudah dipelajari di dalam unsur logam dan unsur bukan logam
b.    Johan Wolfgang Dobereiner (1780 - 1849)
Seorang ahli berkebangsaan Jerman pada tahun 1829 membagi unsur- unsur ͌sebab setiap kelompok mengandung 3 unsur dimana massa dan sifat unsur yang kedua adalah rata-rata dari massa dan sifat atom pertama dan ketiga. Seperti yang ditunjukkan pada contoh berikut ini:
            Massa atom Cl = 35,45
            Massa atom Br = 79,90
            Massa atom I   = 126.9

             Massa atom Br = 35,45 +126,9
                                                  2
                                    = 81,175  ≈   70,9                                   

c.    John Alexander Reina Newlands (1838 – 1898)
Usaha Dobereiner mendorong para ilmuwan untuk mengelompokkan unsur – unsur dengan cara lain. Pada tahun 1865, dari Inggris menyusun unsur – unsur berdasarkan kenaikan massa atom. Ternyata Newlands menemukan bahwa pengurangan sifat – sifat unsur sesuai dengan pengurangan not oktaf dalam lagu. Artinya, unsur ke-8 mempunyai sifat yang dengan unsur ke-1; unsur ke-9 mengulangi sifat unsur ke-2; dan seterusnya. Hal ini dikenal sebagai Hukum Oktaf Newlands.
Kelemahan Hukum Oktaf newlands bahwa pengulangan setiap delapan unsur itu hanya cocok untuk unsur – unsur yang massa atomnya kecil. Lagipula pengelompokan oktaf itu terlalu dipaksakan, sehingga banyak unsur yang berhimpitan pada tempat yang sama. Akan tetapi tabel Newlands memelopori penempatan unsur – unsur yang mirip sifatnya pada satu kolom vertikal.



Tabel 10.1 Pengelompokan Unsur dalam Oktaf Newlands
1
2
3
4
5
6
7
H
Li
Be
B
C
N
O
F
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
K
Ca
Cr
Ti
Mn
Fe
Co, Ni
Cu
Zn
Y
In
As
Se
Br
Rb
Sn
Ce, La
Zr
Di, Mo
Ro, Ru
Pd
Ag
Cd
U
Sn
Sb
I
Te
Cs
Ba, V
Ta
W
Nb
Au
Pt, Ir
Os
Hg
Tl
Pb
Bi
Th


2.    Julius Lothar Meyer, (1830 - 1895)
Seorang ahli kimia dari Jerman mengungkapkan bahwa jika unsur – unsur disusun berdasarkan pertambahan massa atom, beberapa sifat fisis seperti volume atom, daya hantar listrik, kekerasan, titik leleh, dan titik didih akan berubah dan berulang secara periodikdan atom-atom yang mempunyai sifat yang sama  ditempatkan pada kolom vertikal yang sama pula.
3.    Dimitri Ivanovich Mendeleyev (1834 - 1907)
Seorang ahli Rusia mengemukakan unsur-unsur di dalam sistem periodik  berdasarkan pertambahan massa atom dan kesamaan sifat baik sifat fisis maupun sifat kimia.
Unsur-unsur yang mempunyai sifat yang sama dikelompokan dalam satu kolom yang disebut golongan.
Mendeleyev lebih mementingkan kemiripan sifat dari pada kenaikan massa atom sehingga dia berani menukar letak beberapa unsur, misalnya unsur telerium dengan massa 128 diletakan sebelum unsur iodium dengan massa yang lebih kecil yaitu 127.
Hal ini menyebabkan adanya ruang kosong  yang disediakan untuk unsur-unsur yang belum ditemukan.

4.    Henry Mosley
Penemuan Mosley(1914) mengenai sifat dasar atom yang ditentukan oleh nomor atom bukan nomor massa menjadi landasan baginya di dalam menyempurnakan Sistem periodik modern yang kita kenal sekarang yang diresmikan oleh IUPAC tahun 1923.
Sistem periodik modern tersusun dari:
a.    Baris-baris horizontal yang masing-masing disebut periode,
b.    Kolom-kolom vertikal yang masing-masing disebut golongan.











Unsur-unsur utama meliputi delapan golongan, sebagaimana tercantum dalam tabel berikut.
Tabel 10.2 Nama-nama golongan unsur utama
Golongan
Nama golongan
Elektron Valensi
I A
Golongan alkali
1
II A
Golongan alkali tanah
2
III A
Golongan boron
3
IV A
Golongan karbon
4
V A
Golongan nitrogen
5
VI A
Golongan oksigen
6
VII A
Golongan halogen
7
VIII A
Golongan gas mulia
8



0 komentar:

Posting Komentar